Saya ini penggemar Berat Zainuddin MZ. Dari kecil, jaman radio, sukanya mendengarkan beliau ceramah, walaupun sampai sekarang saya belum bisa melakukan anjuran-anjuran dalam ceramahnya, alias, masih kafir. Maapin ya. Suaranya itu lo, Khas! Intonasinya jelas, dan humornya pas dan tidak berlebihan alias mengena. Ngomongnya nggak ndakik2, dan logatnya nggak dibikin kearab-araban model kiai-kiai sekarang yang gaul dan bersurban, nggak serak-serak jijai model bang Rhoma, apalagi kebule-bulean model Cingcaw Laura (bisa bayangin Zainudin ngomongnya kayak Cingcaw Laura). Pokoknya urusan ceramah, orang satu ini sip dan top lah.
Tapi sekarang idolaku ini sedang tersandung kasus, namanya kesandung pasti nggak enak, minimal ya lecet lah. Tak lain tak bukan mbaknya yang cantik Aida Zaskia yang mengobarkan beritanya, ada yang bilang pernah kawin siri, ada yang bilang diperkosa, dan sebagainya, pokoknya infotenmen lah..Saya sih tidak membela, dan tidak tahu kebenarannya, kalau memang si MZ berbuat ya harus bertanggung jawab, yang penting jangan jadikan alat untuk menghakimi keseluruhan dirinya, ibarat kata, jangan nila setitik puspa susu sebelahnya.. Saya sih, meskipun Zainudin nanti terbukti salah, tetap akan mendengarkan ceramah-ceramahnya, karena semua dalam ceramahnya adalah hal yang baik baik belaka. Dan kebaikan itu bersih dengan sendirinya, di manapun ia berada. Biar pun di dalam comberan, emas tetaplah emas. Jadi mari kita pisahkan mana emasnya, dan mana comberannya. Mulai sore ini, silahkan eksplorasi di comberan-comberan di dekat rumah anda..coba dicari emasnya, siapa tahu nanti kaya. Amin.
Zainudin MZ dan ceramahnya
Senin, 18 Oktober 2010
Ayo Ke Jogja
Minggu, 17 Oktober 2010

Ayo ke Jogja, Tapi jangan lama-lama ya. Bikin padet dan macet nanti, apalagi sampe beli tanah dan Rumah, bikin harga tanah dan Rumah di jogja makin melangit, kasian orang asli nanti nggak kuat beli rumah di kampung sendiri. Ke jogja pelesir aja, apa kuliah, menuntut ilmu, seperti saya dulu. Dulu saya menuntut ilmu, eh, sekarang saya dituntut sama Ilmu. Ilmu yang dulu saya pelajari sekarang menuntut saya supaya difungsikan atau dipekerjakan. Ya sabar, ilmu, genah belum ada pekerjaan yang bener2 sesuai dengan kamu, kan kita orang masih serabutan. Eh, malah curhat, kembali ke jogja tadi. Rumangsaku ini kota la genuine bin original binti asyik masyuk dan berbudaya. Top lah. Enak buat ngapa-ngapain. Singkat kata: Surga Dunia. Tahu kan surga? Yang namanya surga itu damai dan di surga orang tidak memikirkan uang dan bekerja mencarinya. Apa pernah baca di kitab suci apa saja lah, ada ayat yang menyebutkan besok di Surga Masuk jam 8 pagi pulang jam 4 sore? emangnya Pemda. Tidak! Di surga kita tidak perlu kerja nyari duit, pas, seperti jogja, Di jogja tidak perlu kerja nyari duit, soalnya susah, kerjaan cuma sedikit, tdk seperti di Ibu kota, iya mbok?
Jadi pilih mana, Surga apa Ibukota?
Posted in: kota pelajar, pergi ke jogja, surga dunia | 0 Comments | Email This
Nonton Sawah Di Tabanan

Aneh. Nonton kok sawah, mbok nonton bioskop, band, apa wayang kulit, minimal ya opera van jawa. Ceritanya memang sedang sedih, terus jalan-jalan menenangkan diri, sampailah akhirnya di kawasan jatiluwih, tabanan, bali. Gila! jauh banget, dari Sidareja, Cilacap, Sampai Tabanan, Pulau Dewata. Cuma mau nonton sawah. Padahal di belakang rumah sendiri, juga membentang sawah, entah berapa hektar, entah punya siapa.
Nonton sawah, apa yang diingat? ya ingat cita-cita sendiri: pingin jadi petani yang sukses. Sukses tapi petani. Kakeknya petani, orang tuanya petani, dan Insya Allah, saya juga mau jadi petani. Enak Sepertinya jadi petani, tiap hari mengolah tanah mengolah bumi, asal mula kita sendiri, mbok manusia diciptakan dari tanah? jarene kan seperti itu. Damai sekali di hati, bersahabat dengan alam, membenamkan kaki ke dalam lumpur, di semilir angin siang, suara sungai mengalir, amboy....
Tapi kalau ingat penghasilan petani, ya nggak jadi indah itu khayalannya ya? genah petani ajeg miskin, biaya produksi nggak sebanding dengan harga jual, apalagi banyak tengkulak yang main harga, wah susah! Indonesia, katanya bangsa agraris, kok petani susah, apalagi petani beras..jian panjang ini kalau mau diceritakan lah, kesalahan sistem yang sudah terlanjur numpuk undung seh..
wes, mending melamun saja, melihat padi yang hijau hijau kuning
indah memang ya indonesia, sawah sawah terasering bertebaran di mana mana, di bali, di jawa barat, jawa tengah, jawa timur, suriname (mbok jawa kan?)..
Apalagi sore hari begini sehabis hujan, minum kopi apa teh sama pisang goreng dan mendoan. Tapi sudah keliling2, genah di Tabanan nggak ada yang jual mendoan, jangankan jual, denger aja belum pernah, Belum diciptakan sama mas-mas dewata mungkin. Mungkin..
Posted in: Sawah Indonesia, Sawah Jatiluwih, Tabanan Bali | 0 Comments | Email This